Categories
Uncategorized

Serverqiu dan Kejahatan Siber Perjudian di Dalamnya

Pemerintah Indonesia melarang segala praktik perjudian, salah satunya judi online dalam Serverqiu. Hal tersebut juga telah tercantum dalam peraturan perundang-undangan, bahwa siapapun yang bermain dan membuat aktivitas perjudian tersebut bisa diakses, akan dikenakan hukum pidana penjara dan denda. Tidak seperti di negara-negara besar seperti Amerika, perjudian di Indonesia hukumnya ilegal.

 

Pelarangan judi online di dalam Serverqiu memiliki banyak sekali alasan, seperti risikonya yang sangat besar bagi siapapun yang memainkannya. Apalagi saat ini, perjudian online seperti ini sangat mudah diakses oleh siapapun, asalkan memiliki smartphone dan koneksi internet. Padahal, kerugian yang ditimbulkan dari aktivitas ini bisa sangat besar dan masif, tak hanya bagi pemain, namun juga orang-orang di sekitarnya.

 

Perjudian sebagai Cyber Crime

Perjudian di Indonesia termasuk ke dalam kejahatan bentuk siber atau kejahatan yang dilakukan di dunia maya. Oleh karena itu, undang-undang yang mengatur pelanggaran aktivitas perjudian ini disebutkan di dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

 

Mengapa perjudian online ini kemudian dikategorikan ke dalam cyber crime atau tindakan kriminal yang berbasis di dunia maya? Jawabannya akan kami jelaskan di bawah ini. Namun sebelumnya kita patut mengetahui bahwa perjudian online tidak hanya dilakukan oleh golongan elit atau menengah ke atas. Justru bahaya dari situs perjudian seperti Serverqiu ini seringkali menyasar kelompok rentan miskin.

 

Kurangnya tingkat pendidikan untuk memahami bahaya berjudi, serta faktor ekonomi yang seringkali menekan, membuat kelompok ini sangat mudah terpengaruh oleh iming-iming atau janji bonus fantastis yang ditawarkan oleh bandar penyedia situs permainan ini. Padahal, yang seringkali terjadi adalah bahwa perjudian ini justru semakin menyeret seseorang ke dalam kemiskinan.

 

Oleh karena itu, fenomena perjudian ini tidak bisa dilihat hanya dari satu perspektif saja, di mana pejudi adalah sepenuhnya pelaku kriminal. Perlu adanya kajian bagaimana seseorang tersebut bisa terseret ke dalam dunia perjudian, dan bisa juga memiliki posisi sebagai korban. 

 

Nah, berikut ini adalah penjelasan yang lebih lengkap bagaimana perjudian dalam situs Serverqiu seperti ini dikategorikan sebagai tindak kejahatan, sementara pemainnya bisa menjadi korban:

 

Bahaya Pembobolan Akun

Bahaya pertama yang mengintai para pemain judi online adalah tindak peretasan akun dan pencurian data maupun uang. Pembuat situs perjudian dilakukan oleh bandar atau agen tertentu secara perorangan atau kelompok yang tidak resmi sehingga tidak bisa dipercaya. Agen situs ini bisa jadi memiliki akses terhadap akun serta uang yang Anda depositkan di dalamnya.

 

Seperti yang kita ketahui, bahwa seseorang yang ingin bermain di dalam situs perjudian, wajib mendaftar dan membayar uang administrasi serta uang deposit yang akan digunakan untuk bertaruh selama berjudi. Di sinilah letak dari bahayanya. Seorang pemain bisa mendepositkan jutaan, bahkan puluhan juta di dalam akunnya demi bisa bermain judi online di dalam Serverqiu. Pencurian uang tersebut termasuk dalam kejahatan siber.

 

Manipulasi Pemrograman Game

Bentuk dari kejahatan lain yang bisa dilakukan di dalam permainan judi online adalah manipulasi pemrograman game. Dalam hal ini, bandar bisa menyediakan banyak permainan di dalam situsnya dan bisa mengatur pemrograman dari permainan itu sendiri. Permainan itu bisa diatur kodenya agar memberikan peluang kemenangan yang sangat kecil bagi pemain. 

 

Lebih parah lagi, game tersebut memang di-setting untuk tidak bisa dimenangkan oleh pemain. Seperti yang kita tahu, Serverqiu menyediakan beragam permainan seperti judi kartu. Maka keberuntungan dan kemenangan pemain pun sangat ditentukan oleh kartu yang keluar dan yang didapatkan di tangan. Nah, pemilik situs yang curang bisa mengubah program permainan tersebut, sehingga kartu yang didapatkan pemain jelek.

 

Jika kartu yang didapatkan jelek, tentunya pemain tidak bisa menyusun kombinasi kartu yang tinggi agar bisa memenangkan permainan. Hal ini tentunya akan membuat pemain, atau dalam kasus ini adalah korban, terus-menerus merugi dan kehilangan uang yang telah dipertaruhkan. Sebab ini sama saja pemain tersebut memberikan uang secara cuma-cuma kepada pihak penyedia situs perjudian.

 

Perjudian dan Money Laundering

Bentuk kejahatan yang sangat erat dengan perjudian lainnya, adalah money laundering. Yaitu tindakan menginvestasikan uang hasil korupsi ke dalam situs perjudian online. Hal ini biasa dilakukan oleh koruptor untuk menutup jejak tindakan kriminalnya. Tak hanya satu atau dua juta, uang tersebut bisa mencapai ratusan juta. Sayangnya, pihak berwajib pun akan kesulitan untuk melacak hal ini.

 

Apalagi karena jaringan perjudian online saat ini yang sudah sangat luas dan canggih. Adanya pihak-pihak tertentu yang memiliki kuasa dan modal besar, membuat tindak perjudian ini sangat sulit untuk dibasmi hingga ke akar-akarnya. Selain itu, para bandar penyedia situs ini bekerja sama dengan server yang ada di luar negeri, dan membuat pihak Kominfo kesulitan memblokir situs-situs ilegal ini.

 

Ancaman Pidana Perjudian Online

Ada beberapa undang-undang yang menyatakan dengan jelas hukuman pidana penjara dan denda bagi mereka yang terlibat dalam perjudian online ini. Diantaranya adalah UU ITE. Pada pasal 43 ayat 1, disebutkan bahwa seseorang yang melanggar aturan ini akan dihukum penjara paling lama enam tahun dan denda sebanyak satu miliar rupiah. 

Tak hanya itu saja, jika seseorang yang terlibat dengan perjudian online juga melakukan tindak penipuan, money laundering, ataupun pencurian, akan dijerat dengan pasal tambahan atau berlapis, sesuai dengan tindakan yang dilakukan. Demikian tadi adalah penjelasan bagaimana perjudian dalam situs seperti Serverqiu bisa termasuk dalam kejahatan siber yang berbahaya bagi pemainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *